Dear all....
William Shakespeare bilang, "What's in a name?". Saya sangat setuju sekali dengan pendapat brilian Sang Maestro itu. Tapi, saya tidak setuju kalau kalimat tersebut diterjemahan ke dalam frase yang berbunyi : "Apalah artinya sebuah nama?". Pengertian itu jelas amat-sangat salah. Salah besar! Sebab pengertiannya menjadi sangat bias dan kacau. Sehingga orang akan mengasumsikan bahwa sebuah nama itu tidak penting. Padahal, yang dimaksud Shakespeare tidak begitu. Shakespeare menciptakan frase itu, karena : nama yang punya arti baik, belum tentu akan menjadi baik.
Contohnya nama : Legowo, yang arti bebasnya kurang-lebih menerima dengan lapang dada. Apakah dalam kesehariannya, orang yang menyandang nama tersebut bisa dipastikan sebagai orang yang legowo? Belum tentu ! Tapi satu hal yang pasti, penyandang nama tersebut akan ditimpa banyak kekecewaan yang sangat besar dalam hidupnya, sehingga ia dipaksa untuk ber-legowo...
Lalu pertanyaannya, apakah kita tidak boleh menggunakan nama dengan arti yang baik? Oh, bukan itu maksud saya. Saya justru menganjurkan setiap orangtua untuk memberi nama anak mereka nama-nama yang baik dan indah didengar. Karena itu adalah anjuran dari Rosululloh SAW. Dalam beberapa riwayat, Rosululloh SAW pernah mengganti nama-nama sahabatnya, yang dinilainya kurang baik (Insya Alloh hadistnya akan saya kemukakan dalam kesempatan lain). Terutama setelah beberapa sahabat itu masuk Islam. Dan uniknya lagi, Rosululloh SAW, bahkan memberi nama benda-benda dan binatang miliknya. Tentu tujuannya untuk memberi 'jiwa' pada benda-benda tersebut, yang tentunya akan berdampak pada tujuan penamaan benda atau binatang tersebut.
Arti yang baik sangat perlu, namun tetap harus hati-hati memilih serta menggabungkannya. Seperti contoh di atas. Sebab, walaupun legowo bermakna baik, namun harus diingat bahwa legowo merupakan hasil akhir dari sebuah proses sebelumnya, yaitu karena adanya peristiwa yang sangat mengecewakan. Maka tidak heran, jika penyandang nama ini akan mengalami kekecewaan-kekecewaan dalam hidupnya. Akan lebih parah lagi, jika di nama depannya adalah : Adi, yang artinya besar. Artinya : Si Pemilik Nama akan dan sering mengalami kekecewaan-kekecewaan yang besar dalam hidupnya.
Itulah kenapa Rosululloh melarang (mengharamkan) kita memberi nama dengan sebutan : Kaya, Makmur, dan sejenisnya. Saya bisa memahami larangan itu, karena nama tersebut akan punya dampak besar, bagi pembentukan karakter orang tersebut. Yah, misalnya orang tersebut hanya akan memikirkan keduniaan (padahal belum tentu bisa jadi orang kaya/makmur). Hal itu pula yang menimbulkan fenomena, banyaknya pemilik nama baik, justru hidupnya kacau-balau.
Sebuah nama memberi dampak yang kuat pada karakter seseorang, benda, ataupun binatang. Dan karakter, tentunya akan berdampak pada nasib seseorang, benda, maupun binatang. Karena itulah, maka Nama = Doa. Itu sebabnya saya terdorong untuk membuat blog ini, agar bisa berbagi 'pengetahuan' mengenai Nama-nama Baik yang saya ketahui, entah itu untuk penamaan putra-putri anda, perusahaan, atau bahkan hewan kesayangan anda. Semoga blog ini ada manfaatnya. Amien...
Wassalaam
B. Suwanto
Kamis, 26 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kalo nama: Hadi Pranoto gimana Mas Budi
BalasHapusHadi Pranoto adalah....
BalasHapusSeorang bertipe melankolis-perfeksionis. Artinya, segala sesuatunya harus terencana, dan menghindari improvisasi seminimal mungkin. Karenanya akan gampang panik, saat keadaan yang sudah terencana itu, tiba-tiba berubah haluan, karena dia perlu berpikir panjang untuk melakukan suatu tindakan.
Perencanaan yang matang adalah inti jiwa kamu, tujuannya untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Namun dalam kasus tertentu, dalam tekanan misalnya, kamu bisa memainkan improvisasi yang hasilnya kadang sangat memuaskan.
Orang melankolis-perfeksionis, cenderung menyukai keteraturan, kerapihan, mudah sedih dan gampang berempati pada nasib buruk yang menimpa seseorang. Namun keluarga inti tetap menjadi prioritas utama.
Wassalam
Budi Suwanto
Nama Indra Hadi Wibowo (usia 1,6 tahun) memiliki karakter sebagai berikut :
BalasHapusTegas, disiplin, juga kaku. Menyukai kesempurnaan, kebersihan, dan ketelitian. Kurang sabar, segala apa yang diinginkan harus ada dan selekas mungkin tersedia. Jika ia bekerja, penuh konsentrasi, dan sangant mudah terganggu dengan kebisingan. Namun ia lebih suka memilih pergi atau menutup pintu rapat-rapat, daripada memerintahkan orang pergi.
Cenderung malas bergaul, dan kurang suka dengan keramaian. Karena itu, ia lebih cocok dan suka bekerja di tempat yang sunyi (in door), seperti : pengarang, peneliti, dokter. Kalaupun pekerjaan itu berada di lokasi out door, maka ia bisa bekerja sebagai peneliti ataupun pengawas hutan.
Nama Indra Hadi Wibowo juga mewakili tiga fase dalam hidupnya. yakni sebagai berikut :
1. Indra
Masa kecil yang penuh dengan pembelajaran, curiga, takut-takut, dan kurang nyaman bertemu dengan orang baru.
Sugest : luangkan waktu untuk mengajaknya bereksplorasi di area out door, yang penuh dengan banyak orang, terutama anak-anak sebayanya. Arahkan minatnya di usia ini, karena akan berguna di fase berikutnya.
2. Hadi
Masa remaja yang penuh tanggungjawab. Ini adalah fase di mana dirinya belajar dengan serius, dan jarang sekali meluangkan waktunya untuk bersenang-senang. Di fase ini persiapan masa depannya adalah prioritas utama, karena tak heran jika ia akan dikenal sebagai anak yang kutubuku dan pendiam.
Sugest : sediakan kamar pribadi untuknya. Dia pasti akan menatanya dengan bersih dan rapi. Kamar ini akan menjadi "sarang" baginya untuk menekuni apa yang dia minati.
3. Wibowo
Fase ini adalah fase dewasa. Di fase ini, ia telah menjadi pribadi yang kuat dan penuh ambisi. Benturan dengan lingkungan/keluarga kemungkinan besar akan kerap terjadi di fase ini, karena sifatnya yang kaku dan kurang kompromi.
Sugest : dukungan orang terdekat (orangtua) sangat dibutuhkan, untuk mengimbangi sifat kakunya.